WhatsApp Icon
BAZNAS RI Perkuat Profesionalisme Pengelola Zakat Melalui Sertifikasi Kompetensi Tiga Bidang

TERNATE — BAZNAS RI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS menggelar program Beasiswa Sertifikasi Amil Pelaksana yang dibuka langsung oleh Kepala LSP BAZNAS RI, Drs. H. Muhammad Choirin, Lc., M.A. Kegiatan berbasis Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ini diikuti oleh 25 peserta dari BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota, LAZ Nasional, dan UPZ.

Keikutsertaan amil BAZNAS Provinsi Maluku Utara dalam sertifikasi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini bertujuan menguatkan tata kelola zakat daerah melalui lima dimensi strategis:

 * Penjaminan Mutu Operasional: Memastikan amil memiliki standar pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang profesional.

 * Akuntabilitas (Good Zakat Governance): Meminimalisir risiko kesalahan operasional dan penyalahgunaan dana publik (ZIS & DSBK).

 * Peningkatan Kepercayaan Publik: Memberikan garansi kepada muzakki bahwa dana dikelola oleh amil yang diakui negara dan syariat.

 * Optimasi Penyaluran: Membekali amil kemampuan survei dan verifikasi agar bantuan tepat sasaran dan mampu mengentaskan kemiskinan.

 * Pengakuan Profesi: Mengubah paradigma amil dari tenaga sukarela menjadi profesi formal dengan kepastian hukum dan jenjang karir.

Skema Uji Kompetensi

Uji kompetensi mencakup tiga bidang utama:

 * Pengumpulan: Konsultasi zakat, pelayanan muzakki, dan administrasi penerimaan.

 * Penyaluran: Verifikasi kelayakan mustahik dan pengawasan distribusi.

 * Keuangan & Administrasi: Pencatatan akuntansi zakat dan pengelolaan data perzakatan.

Melalui sertifikasi ini, BAZNAS Provinsi Maluku Utara optimis mutu pelayanan zakat di daerah akan semakin profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

28/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Prov Malut
Memperkuat Sinergi dan Optimalisasi ZIS, BAZNAS Provinsi Maluku Utara Gelar Sosialisasi Zakat di KPKNL Ternate

TERNATE – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ternate pada Rabu (26/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat optimalisasi pengumpulan ZIS di lingkup instansi vertikal sekaligus mengedukasi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai pentingnya penataan zakat secara profesional.

Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs. H. Fadel Hi. Ali, M.Si., dalam pemaparannya menegaskan kewajiban pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap lembaga pemerintah, baik di tingkat Pemerintah Daerah maupun instansi vertikal yang beroperasi di wilayah Maluku Utara. Menurutnya, pembentukan UPZ bukan sekadar formalitas, melainkan amanat regulasi negara dan syariat Islam untuk mendukung program-program pemerintah sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.

"Landasan syariah dan hukum negara kita sudah sangat jelas. Pembentukan UPZ di instansi pemerintah dan swasta menjadi sarana utama agar tata kelola zakat terintegrasi, transparan, dan berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan di daerah kita," ujar Fadel.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Utara Drs Badaruddin Gailea menambahkan bahwa potensi pengumpulan ZIS yang dikelola secara optimal akan membuka ruang luas bagi berbagai program pendayagunaan berbasis pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

BAZNAS Maluku Utara telah menyusun serangkaian program unggulan seperti BAZNAS Microfinance, ZMart, dan ZCoffee untuk mendorong kemandirian ekonomi usaha mikro. Selain itu, terdapat program bantuan strategis berupa Beasiswa Pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, bantuan biaya kesehatan, hingga respons cepat melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Tidak kalah penting, bantuan yang bersifat konsumtif seperti pemenuhan biaya hidup harian dan paket sembako terus disalurkan secara berkala kepada para mustahik.

"Semua program produktif dan sosial ini dapat direalisasikan secara berkelanjutan jika ada sinergi yang kuat antara instansi pemerintah dengan BAZNAS. Ketika ZIS terakumulasi dengan baik, semakin banyak masyarakat miskin di Maluku Utara yang terangkat derajat ekonominya," jelasnya.

Selain dampak sosial yang luas, BAZNAS juga mengingatkan manfaat langsung bagi para muzaki (pembayar zakat) dari sudut pandang hukum dan perpajakan. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, zakat yang ditunaikan melalui lembaga resmi negara seperti BAZNAS dapat menjadi komponen pengurang penghasilan bruto dalam perhitungan pajak terutang.

Untuk mendapatkan fasilitas pengurang pajak tersebut, para pegawai atau masyarakat cukup melampirkan Bukti Setoran Zakat (BSZ) resmi yang diterbitkan oleh BAZNAS saat melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak.

Melalui sosialisasi ini, BAZNAS Provinsi Maluku Utara mengajak seluruh ASN di lingkungan KPKNL serta jajaran instansi pemerintah lainnya untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya secara aman dan terpercaya melalui BAZNAS. Mari bersinergi menunaikan kewajiban, membersihkan harta, sekaligus menjadi bagian dari solusi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara.

26/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PROV MALUT
BAZNAS Maluku Utara Hadir Ringankan Beban Asnaf Gharimin, Lunasi Utang Pengobatan Ibu Sugiati di RSUD Chasan Boesori

Wujud nyata kehadiran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara dalam membantu masyarakat kurang mampu kembali dirasakan. Melalui program "Malut Sehat", BAZNAS Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk melunasi biaya pengobatan seorang warga yang masuk dalam golongan asnaf gharimin (orang yang terlilit utang demi kebaikan, termasuk untuk biaya pengobatan).

Bantuan tersebut diberikan kepada Ibu Sugiati, seorang warga yang sebelumnya terpaksa harus berhutang kepada pihak rumah sakit karena terkendala biaya pengobatan yang tidak sedikit. Penyerahan dana pelunasan ini diserahkan langsung oleh pihak BAZNAS Provinsi Maluku Utara dan diterima secara resmi oleh staf Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Chasan Boesori Ternate.

Meringankan Beban Warga yang Terlilit Utang Medis

Program "Malut Sehat" tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan preventif, tetapi juga tanggap darurat dalam membantu warga dhuafa yang menghadapi krisis finansial akibat masalah kesehatan.

Kondisi Ibu Sugiati yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk melunasi biaya perobatannya menjadi perhatian serius BAZNAS Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan asesmen yang dilakukan, Ibu Sugiati memenuhi kriteria sebagai penerima zakat (asnaf gharimin), di mana bantuan zakat sangat dibutuhkan untuk melepaskan beban utang pengobatan yang menjeratnya.

Penyerahan bantuan yang diterima langsung oleh perwakilan staf RSUD Chasan Boesori Ternate ini memastikan bahwa seluruh tanggungan biaya pengobatan Ibu Sugiati dapat diselesaikan dengan baik, sehingga memberikan ketenangan bagi pasien dan keluarganya.

Amanah Zakat yang Membawa Berkah

Aksi kemanusiaan ini kembali menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikelola oleh BAZNAS Provinsi Maluku Utara disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan (mustahik).

Melalui kisah Ibu Sugiati, BAZNAS Provinsi Maluku Utara ingin menyampaikan pesan mendalam kepada para muzaki—khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan masyarakat luas—bahwa setiap rupiah zakat yang ditunaikan memiliki kekuatan besar untuk menyelamatkan dan meringankan beban sesama manusia di saat-saat paling krusial. 

BAZNAS Provinsi Maluku Utara terus mengajak seluruh elemen masyarakat dan para muzaki untuk mempercayakan pengaliran zakat melalui lembaga resmi. Dengan pengelolaan yang transparan dan profesional, zakat terbukti mampu menjadi jaring pengaman sosial yang solutif bagi masyarakat Maluku Utara yang membutuhkan uluran tangan.

20/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PROV MALUT
Gelorakan Semangat Berzakat, BAZNAS Prov Malut dan Biro KESRA Prov Malut Salurkan Beasiswa untuk Mahasiswa IAIN Ternate

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara menyalurkan  bantuan beasiswa program "Malut Cerdas". Penyerahan bantuan ini diberikan langsung kepada mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate.

Kegiatan penyaluran tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs. H. Fadel Hi. Ali, M.Si., Wakil Ketua II BAZNAS Prov Malut Drs Badaruddin Gailea , serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Maluku Utara, Dr. Asrul Gailea, SE., MM, yang didampingi oleh Kepala Bidang Agama, Fadlly U. Muhammad, S.STP, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Maluku Utara, Dr. Asrul Gailea, SE., MM, menyerahkan secara simbolis bantuan beasiswa kepada perwakilan mahasiswa. Ia berpesan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan perkuliahan serta memotivasi mahasiswa agar terus berprestasi.

"Kami berharap bantuan beasiswa Malut Cerdas ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa IAIN Ternate dalam menyelesaikan studi mereka," ungkap Asrul.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs. Fadel Hi. Ali, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Daerah dan BAZNAS. Sinergi ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang kemudian diselaraskan dengan program-program pembangunan pemerintah yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

  • "Jika BAZNAS terus diperkuat oleh dukungan penuh pemerintah daerah, kita akan memiliki sumber pendanaan alternatif yang kuat," ujar Fadel.
  • "Dana tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung dan nyata bagi kesejahteraan masyarakat Maluku Utara," tambahnya.

Sebagai bentuk rasa syukur, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Maluku Utara turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara beserta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN). Berkat kesadaran dan konsistensi ASN dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Maluku Utara, berbagai program sosial dan pendidikan—termasuk beasiswa Malut Cerdas—dapat terus terlaksana dengan baik.

Melalui momentum penyaluran beasiswa ini, BAZNAS Provinsi Maluku Utara berharap dapat terus menggugah hati para muzaki, khususnya di kalangan ASN Pemprov Maluku Utara dan masyarakat luas. Pengelolaan zakat yang transparan, profesional, dan tepat sasaran terbukti mampu menjadi pilar penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mengentaskan persoalan sosial di bumi Moloku Kie Raha. 

20/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PROV MALUT
Dari Zakat untuk Kemandirian, BAZNAS Malut Bantu Pelaku Usaha Mikro Lewat Modal Usaha Tanpa Riba

Senyum bahagia terpancar dari wajah pelaku usaha mikro di Kota Ternate setelah menerima bantuan modal usaha melalui program BAZNAS Microfinance Provinsi Maluku Utara. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs. Badaruddin Gailea, pada Kamis (30/07/2026).

Program BAZNAS Microfinance kali ini difokuskan kepada kelompok mustahik rentan, yakni para pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, namun masih menghadapi keterbatasan permodalan dan rentan terjerat pinjaman berbunga tinggi.

Dalam sambutannya, Drs. Badaruddin Gailea menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar tambahan modal usaha, melainkan wujud kepedulian para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami melihat semangat yang luar biasa dari Ibu-Ibu dalam menjalankan usaha dan mencari rezeki yang halal. Melalui program ini, BAZNAS ingin memastikan usaha-usaha kecil tetap bertahan dan terus berkembang. Bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang kami salurkan agar para pelaku usaha memiliki kesempatan untuk tumbuh, mandiri, dan meningkatkan taraf hidupnya," ujar Badaruddin.

Melalui program BAZNAS Microfinance, BAZNAS Provinsi Maluku Utara tidak hanya memberikan dukungan permodalan, tetapi juga berkomitmen melakukan pendampingan kepada para penerima manfaat agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan, lebih produktif, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi umat. Dengan memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara produktif, BAZNAS berharap para mustahik mampu meningkatkan kemandirian ekonomi hingga pada waktunya bertransformasi menjadi muzaki yang turut berbagi dan membantu sesama.

30/07/2026 | Kontributor: Humas Baznas

Berita Terbaru

Perkuat Transparansi, BAZNAS Halmahera Barat Gelar Asistensi Pelaporan Berbasis SIMBA
Perkuat Transparansi, BAZNAS Halmahera Barat Gelar Asistensi Pelaporan Berbasis SIMBA
Sesuai amanat Perbaznas RI No. 1 Tahun 2023 tentang Pelaporan Pelaksanaan Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah dan DSKL, Pada hari ini 26 Februari 2026 BAZNAS Kab. Halmahera Barat melakukan Asistensi Penguatan Kapasitas Amil Pelaksana tentang Pelaporan Berbasis SIMBA. Kegiatan dimaksud dibuka oleh Ketua BAZNAS Kab. Halmahera Barat, Drs. H. Ismail Arifin, M.Si dan dihadiri oleh komisioner dan staf pelaksana Baznas Kab. Halmahera Barat, dipandu oleh Faisal Selayan dan Moh. Julgian Baldan sebagai Operator Senior dan Asisten Operator SIMBA BAZNAS Prov. Maluku Utara. Dalam pesan pembukaan, Ketua BAZNAS Kab. Halmahera Barat mengharapkan mulai Tahun 2026 semua proses pelaporan pengelolaan ZIS dan DSKL harus berbasis SIMBA.
BERITA27/02/2026 | Humas BASNAS
Kemenag Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Kemenag Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) memberikan klarifikasi resmi mengenai simpang siur pemanfaatan dana zakat di tengah masyarakat. Kemenag menegaskan bahwa tidak ada kebijakan yang mengalokasikan dana zakat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menyatakan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia sepenuhnya harus tunduk pada koridor Syariat Islam dan regulasi negara yang berlaku. Zakat Tetap Fokus pada Delapan Golongan (Asnaf) Penyaluran dana zakat tetap berpedoman pada Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Secara syariat, peruntukan zakat telah diatur secara spesifik dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 60 untuk delapan golongan yang berhak menerima (Mustahik), yaitu: Fakir: Mereka yang tidak memiliki harta dan pekerjaan untuk kebutuhan dasar Miskin: Memiliki pekerjaan, namun hasilnya tidak mencukupi kebutuhan pokok Amil: Pengelola zakat resmi Mualaf: Orang yang baru memeluk Islam dan membutuhkan bantuan. Riqab: Hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri. Gharimin: Orang yang terlilit hutang untuk kebutuhan pokok. Fisabilillah: Pejuang di jalan Allah. Ibnu Sabil: Orang yang sedang dalam perjalanan jauh (musafir). Menjaga Amanah Umat dengan Prinsip Keadilan Kemenag memastikan bahwa dana zakat adalah amanah dari umat yang harus dikelola dengan prinsip pemerataan dan keadilan. Prioritas utama pendistribusian dana ini adalah untuk mengentaskan kemiskinan dan membantu golongan yang paling membutuhkan sesuai kriteria Asnaf tersebut. "Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan. Tidak ada kaitan antara dana zakat dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena prioritas utama adalah hak delapan golongan yang telah ditetapkan," tegas Thobib Al-Asyhar dalam keterangan resminya. Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan masyarakat tetap tenang dan terus mendukung penguatan tata kelola zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Prov Malut
Menyemai Harapan: BAZNAS Malut Salurkan Modal usaha bagi UMKM Rentan
Menyemai Harapan: BAZNAS Malut Salurkan Modal usaha bagi UMKM Rentan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara kembali menebar kemaslahatan melalui program pemberdayaan ekonomi umat. Kali ini, dukungan nyata diberikan kepada para pelaku UMKM kategori rentan dalam bentuk bantuan modal usaha langsung tanpa kewajiban pengembalian. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs. Fadel Hi. Ali, M.Si. Langkah ini merupakan bagian dari strategi BAZNAS untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat kelas bawah agar tidak mudah goyah oleh hantaman ekonomi. Bantuan Langsung: Wujud Nyata Kepedulian Umat Berbeda dengan skema pinjaman, bantuan ini bersifat hibah stimulan. Tujuannya jelas: memberikan napas baru bagi usaha kecil yang sedang berjuang di tengah keterbatasan modal. Dalam sambutannya, Drs. Fadel Hi. Ali menekankan bahwa kehadiran BAZNAS adalah sebagai pelindung bagi mustahik (penerima zakat) agar tidak terjebak dalam praktik pinjaman berbunga tinggi yang sering kali justru menyengsarakan. "Kami hadir bukan untuk memberi beban baru, melainkan untuk meringankan. Bantuan modal ini sepenuhnya milik Bapak dan Ibu untuk mengembangkan usaha. Kami hanya titip pesan: jaga amanah ini, kembangkan dagangannya, dan jauhilah pinjaman berbunga yang dapat menghancurkan keberkahan usaha," tegas Fadel penuh haru. Dari Mustahik Menuju Kemandirian Program ini menyasar para pedagang kecil yang memiliki potensi namun terkendala modal inti. Dengan memperkuat modal mereka, BAZNAS Malut berharap para pelaku usaha ini dapat tumbuh mandiri secara finansial. "Doa kami, semoga ke depan usaha Bapak dan Ibu sukses. Hari ini Bapak/Ibu menerima zakat, mudah-mudahan di masa depan, atas izin Allah, Bapak/Ibu yang akan berdiri sebagai Muzaki (pemberi zakat) untuk membantu saudara kita yang lain," tambah beliau. Zakat Anda, Kekuatan Mereka Setiap modal yang diserahkan adalah bukti nyata dari kedermawanan para Muzaki yang menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekahnya (ZIS) melalui BAZNAS Maluku Utara. Satu tindakan kecil Anda hari ini, menjadi fondasi besar bagi keberlangsungan usaha mereka. Mari terus alirkan kebaikan dan perkuat ekonomi umat melalui lembaga yang amanah dan transparan. Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS Provinsi Maluku Utara: Bersama, Kita Bangkitkan Ekonomi Rakyat.
BERITA14/02/2026 | HUMAS BAZNAS PROV MALUT
Menjemput Berkah, BAZNAS Malut Perkuat Kemandirian UMKM Melalui Modal Usaha Tanpa Riba
Menjemput Berkah, BAZNAS Malut Perkuat Kemandirian UMKM Melalui Modal Usaha Tanpa Riba
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara melalui program BAZNAS Microfinance memberikan bantuan modal usaha, bantuan ini diserahkan secara langsung kepada para pelaku UMKM yang masuk dalam kategori mustahik. Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs. Fadel Hi. Ali, M.Si, beliau menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar tambahan angka, melainkan ikhtiar untuk membebaskan masyarakat dari jeratan utang berbunga tinggi. "BAZNAS hadir sebagai solusi konkret. Kami ingin memastikan bapak dan ibu bisa berdagang dengan tenang tanpa harus terbebani bunga yang mencekik. Gunakanlah modal ini untuk memperkuat usaha, agar ke depan usaha Anda lebih maju dan barokah," ujar Fadel saat memberikan arahan. Membangun Kemandirian, Memutus Rantai Kemiskinan Program ini memiliki misi besar: mengubah Mustahik (penerima zakat) menjadi Muzaki (pembayar zakat) di masa depan. Dengan skema pinjaman tanpa bunga, BAZNAS berupaya menjaga martabat para pedagang kecil agar tidak terjebak praktik rentenir yang kerap merugikan masyarakat menengah ke bawah. Drs. Fadel Hi. Ali juga menitipkan harapan besar agar para penerima bantuan dapat mengelola modal dengan amanah. "Mudah-mudahan ke depan usaha Bapak/Ibu berhasil, sehingga di masa depan giliran Anda yang bisa membantu orang lain yang membutuhkan," tambahnya. Panggilan Kepedulian bagi Para Muzaki Keberhasilan program pemberdayaan seperti ini sangat bergantung pada dukungan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari Anda. Setiap rupiah yang Anda salurkan melalui BAZNAS Maluku Utara akan dikonversi menjadi harapan baru bagi ribuan UMKM di pelosok Maluku Utara. Mari bersama kita kuatkan ekonomi umat dan bersihkan harta dengan berzakat. Melalui BAZNAS, zakat Anda dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Provinsi Maluku Utara. Karena kebahagiaan sejati adalah saat kita mampu melihat sesama berdaya.
BERITA14/02/2026 | HUMAS BAZNAS PROV MALUT
Doa Tulus Ibu Jumati Salasa untuk Para Muzaki: "Terima Kasih Telah Memberi Saya Tempat Berteduh di Masa Tua"
Doa Tulus Ibu Jumati Salasa untuk Para Muzaki: "Terima Kasih Telah Memberi Saya Tempat Berteduh di Masa Tua"
Di usianya saat ini, Ibu Jumati Salasa hanya mendambakan ketenangan dalam beribadah dan beristirahat. Tahun 2026 menjadi tahun yang penuh berkah baginya ketika BAZNAS Provinsi Maluku Utara dan BAZNAS RI meresmikan rumah layak huni yang kini resmi menjadi miliknya. Ibu Jumati adalah potret nyata mustahik yang sangat layak dibantu. Kondisi rumah sebelumnya yang memprihatinkan kini telah berganti menjadi hunian sehat dan layak. Dalam peresmian tersebut, Ibu Jumati menitipkan pesan khusus yang menggetarkan hati. "Rumah ini akan saya pakai untuk ibadah. Setiap sujud saya, saya akan doakan para Muzaki yang menyalurkan zakatnya ke BAZNAS. Semoga kalian semua sehat dan selamat dunia akhirat." Ketulusan doa dari mustahik seperti Ibu Jumati adalah harta tak ternilai bagi para donatur. BAZNAS Malut terus berupaya menjadi jembatan amanah yang menghubungkan kepedulian Muzaki dengan kebutuhan mendesak para Mustahik. Ingin didoakan oleh lisan-lisan tulus para mustahik? Mari tunaikan ZIS Anda melalui BAZNAS Provinsi Maluku Utara sekarang juga.
BERITA20/01/2026 | HUMAS BAZNAS PROV MALUT
Dari Gubuk Kecil ke Hunian Bermartabat, Bukti Dahsyatnya Kekuatan Zakat
Dari Gubuk Kecil ke Hunian Bermartabat, Bukti Dahsyatnya Kekuatan Zakat
Bapak Ardiyanto tak kuasa menahan tangis saat melihat rumah barunya yang selesai dibangun oleh BAZNAS Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan BAZNAS RI. Bagi Pak Ardiyanto, rumah ini bukan sekadar tembok dan atap, melainkan pengembalian martabat hidup yang selama ini ia perjuangkan. Sebagai kepala keluarga, Pak Ardiyanto selalu berusaha memberikan yang terbaik, namun keterbatasan ekonomi seringkali menjadi penghalang untuk merenovasi tempat tinggalnya. Kehadiran BAZNAS Malut yang membawa amanah dari para Muzaki menjadi jawaban atas doa-doa panjangnya selama ini. "Terima kasih kepada saudara-saudaraku para Muzaki. Saya mungkin tidak kenal wajah Bapak/Ibu sekalian, tapi kebaikan Anda sudah menjadi atap bagi saya dan keluarga. Semoga Allah melipatgandakan rezeki Anda semua," ujar Pak Ardiyanto mendoakan para donatur. Program Rumah Layak Huni 2026 ini menegaskan komitmen BAZNAS Maluku Utara untuk mengangkat derajat mustahik menjadi lebih sejahtera dan mandiri. Jadilah bagian dari perubahan hidup Pak Ardiyanto lainnya. Zakat Anda adalah harapan bagi mereka yang berjuang. Salurkan segera melalui BAZNAS Provinsi Maluku Utara.
BERITA20/01/2026 | HUMAS BAZNAS PROV MALUT
Senyum Ibu Nursida Ibrahim Kembali Mekar, Rumah Layak Huni BAZNAS Malut Jadi Pelindung Baru Keluarganya
Senyum Ibu Nursida Ibrahim Kembali Mekar, Rumah Layak Huni BAZNAS Malut Jadi Pelindung Baru Keluarganya
Tidak ada yang lebih menenangkan hati seorang ibu selain melihat keluarganya tidur nyenyak di bawah atap yang aman. Perasaan inilah yang kini menyelimuti hati Ibu Nursida Ibrahim, salah satu penerima manfaat program Rumah Layak Huni (RLH) hasil kolaborasi BAZNAS Provinsi Maluku Utara dan BAZNAS RI tahun 2026. Selama ini, hunian yang layak hanyalah mimpi yang tersimpan rapat di benak Ibu Nursida. Namun, melalui dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang Anda salurkan, mimpi itu kini berdiri kokoh berupa bangunan permanen yang nyaman. "Alhamdulillah, saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan rezeki sebesar ini. Terima kasih kepada para Muzaki yang sudah menitipkan hartanya di BAZNAS. Rumah ini adalah surga bagi kami," ucap Ibu Nursida dengan penuh haru saat menerima kunci rumahnya. Bagi BAZNAS Malut, rumah Ibu Nursida adalah bukti bahwa rupiah yang disedekahkan masyarakat Maluku Utara mampu mengubah air mata kecemasan menjadi air mata kebahagiaan. Sahabat Dermawan, masih banyak ibu tangguh lainnya yang menanti uluran tangan Anda. Salurkan Zakat Anda ke BAZNAS Prov Malut untuk wujudkan lebih banyak senyuman.
BERITA20/01/2026 | HUMAS BAZNAS PROV MALUT
BAZNAS Gerak Cepat: Ringankan Duka Korban Banjir dan Longsor di Halmahera Barat
BAZNAS Gerak Cepat: Ringankan Duka Korban Banjir dan Longsor di Halmahera Barat
JAILOLO – Duka menyelimuti Kabupaten Halmahera Barat menyusul musibah banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah kawasan. Di tengah kesulitan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menunjukkan dedikasi kemanusiaannya melalui aksi respon bencana yang cepat dan terukur. Sinergi kuat ditunjukkan oleh BAZNAS Provinsi Maluku Utara, BAZNAS Kabupaten Halmahera Barat, dan BAZNAS Kota Ternate. Ketiga lembaga zakat ini turun langsung ke lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan logistik darurat guna memastikan kebutuhan dasar warga yang mengungsi tetap terpenuhi. Wujud Nyata Pemanfaatan Dana Zakat Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs. Badaruddin Gailea, saat meninjau lokasi bencana menekankan bahwa kecepatan respon ini merupakan amanah dari para muzaki (pembayar zakat). "Kehadiran kami di Halmahera Barat adalah bentuk tanggung jawab sosial dalam program BAZNAS Tanggap Bencana. Inilah bukti nyata manfaat dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Harta yang disetorkan masyarakat melalui BAZNAS kembali kepada mereka yang membutuhkan, terutama saudara-saudara kita yang sedang diuji oleh bencana alam," ujar Badaruddin. Beliau menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban psikologis dan fisik para korban di masa tanggap darurat. Bantuan Logistik yang Disalurkan Untuk menjaga ketahanan pangan dan kesehatan warga di pengungsian, BAZNAS Maluku Utara menyalurkan paket bantuan komprehensif yang terdiri dari: Kebutuhan Pokok: Beras, telur, mie instan, gula, minyak goreng, dan susu. Kebutuhan Tambahan: Air mineral dan aneka biskuit untuk nutrisi cepat saji. Kebutuhan Khusus: Pembalut wanita dan pampers untuk bayi/balita. Apresiasi dari Pemerintah Daerah Bupati Halmahera Barat, James Uang, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kepedulian kolaboratif dari keluarga besar BAZNAS di Maluku Utara. "Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Halmahera Barat, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang tulus kepada BAZNAS Provinsi Maluku Utara, BAZNAS Halmahera Barat, dan BAZNAS Kota Ternate. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang kesulitan akibat banjir dan longsor," tutur Bupati James Uang. Beliau juga memuji pola koordinasi antar-BAZNAS yang sangat cepat, sehingga bantuan dapat sampai ke titik-titik pengungsian tepat di saat warga sangat membutuhkannya. Aksi kemanusiaan ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas melalui zakat. Melalui pengelolaan yang profesional, BAZNAS terus berkomitmen hadir di garda terdepan untuk memulihkan senyum warga pasca-bencana di Maluku Utara.
BERITA11/01/2026 | HUMAS BAZNAS PROV MALUT
Zakat Anda Jadi Harapan: BAZNAS Malut Salurkan Bantuan Pengobatan bagi Pejuang Kanker
Zakat Anda Jadi Harapan: BAZNAS Malut Salurkan Bantuan Pengobatan bagi Pejuang Kanker
Kabar haru sekaligus penuh harapan datang dari Ibu Ulfa Musaad, seorang warga yang kini tengah berjuang melawan kanker payudara. Di tengah perjuangannya untuk sembuh, BAZNAS Provinsi Maluku Utara hadir memberikan dukungan melalui program "Malut Sehat" dalam bentuk bantuan biaya pengobatan. Wakil Ketua II BAZNAS Maluku Utara, Drs. Badaruddin Gailea, menyampaikan rasa simpati sekaligus pesan mendalam tentang kekuatan zakat di tangan masyarakat. Drs. Badaruddin Gailea menjelaskan bahwa bantuan untuk Ibu Ulfa adalah bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bukan sekadar kewajiban agama, melainkan jaring pengaman sosial bagi mereka yang sedang kesulitan. "Melihat Ibu Ulfa, kita tersadar bahwa ZIS yang Bapak/Ibu tunaikan adalah nafas baru bagi sesama. Dana yang terkumpul dari para muzaki inilah yang kami gunakan untuk memastikan saudara kita yang sakit tetap memiliki akses pengobatan yang layak," tutur Drs. Badaruddin Gailea. Beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat Maluku Utara untuk tidak ragu menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi. "Semakin banyak masyarakat yang berzakat lewat BAZNAS, semakin banyak 'Ibu Ulfa' lainnya yang bisa kita bantu. Zakat Anda adalah harapan bagi kesembuhan mereka," tambahnya. Mengapa Menyalurkan ZIS ke BAZNAS Malut? Tepat Sasaran: Disalurkan langsung kepada asnaf yang membutuhkan, seperti bantuan kesehatan darurat. Transparan & Akuntabel: Setiap rupiah dicatat dan dilaporkan sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik dan Tuhan. Dampak Luas: Tidak hanya membantu ekonomi, tapi juga menyelamatkan nyawa melalui program kesehatan. Mari Ringankan Beban Sesama. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Provinsi Maluku Utara. Karena setiap harta yang kita bersihkan, ada hak orang lain yang menjadi penopang hidup mereka.
BERITA05/01/2026 | HUMAS BAZNAS PROV MALUT
Awali Tahun 2026, BAZNAS Malut Berdayakan Ekonomi Tiga Pelaku Usaha
Awali Tahun 2026, BAZNAS Malut Berdayakan Ekonomi Tiga Pelaku Usaha
Mengawali langkah di tahun baru, BAZNAS Provinsi Maluku Utara kembali menebar manfaat. Melalui program Malut Berdaya, bantuan modal usaha resmi disalurkan kepada tiga Mustahik UMKM: Astuti Hamadi, Sumiati Baya, dan Aryani Ambotuo Makkulaw, Dalam kesempatan tersebut, Drs. Badaruddin Gailea menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan administratif BAZNAS kepada para muzaki. "Kami hadir sebagai jembatan kebaikan. Bantuan yang diterima oleh Ibu Astuti, Ibu Sumiati, dan Ibu Aryani hari ini adalah titipan dari para muzaki yang harus kami pertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Kami berharap bantuan modal ini tidak habis untuk kebutuhan konsumtif, melainkan diputar kembali untuk mengembangkan usaha agar ekonomi keluarga semakin kuat," ujar Drs. Badaruddin Gailea. Beliau juga menambahkan bahwa program Malut Berdaya didesain untuk menyentuh para pelaku usaha kecil tidak terjerat oleh pinjaman yang memberatkan. "Zakat adalah solusi ekonomi umat. Dengan zakat, kita ingin mengubah mustahik menjadi muzaki di masa depan," tegasnya. Ketiga penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada BAZNAS serta para muzaki. Mereka berkomitmen untuk mengelola bantuan modal tersebut dengan sebaik-baiknya demi meningkatkan kesejahteraan keluarga.
BERITA05/01/2026 | HUMAS BAZNAS PROV MALUT
TANGIS HARU DI PENGHUJUNG TAHUN 2025.
TANGIS HARU DI PENGHUJUNG TAHUN 2025.
Ruang Tamu Kantor Baznas Provinsi Maluku Utara menjadi saksi bisu tangisnya para mustahik. Mereka berenam; lima orang ibu janda tua yang tidak mampu dan seorang lelaki muallaf tukang ojek. Mereka duduk dengan tenang namun menyimpan beban di wajahnya. Dalam percakapan yang dilakukan antar mereka terdengar sayup, masing-masing memiliki beban hidup yang sungguh beragam dan berat. Beban hidup yang selama ini jarang didengar oleh kita sebagai Muzakki. Ada yang suaminya meninggalkan dua anak, ada yang tidak bisa mengurus SIM motor selama dua tahun. Ada buruh cuci yang menyekolahkan anaknya, sementara ada juga yang menjajakan jualannya berkeliling jalan kaki. Semuanya menyimpan kisah sedih dan pilu yang menyayat hati. Mereka begitu sabar dan tabah menjalani hidup seperti ini. Ketika disampaikan bahwa bantuan modal usaha kecil dari Baznas ini tidak ada pengembaliannya, karena mereka adalah orang yang masuk dalam delapan asnaf yang wajib menerima zakat, isak tangis pun mulai terdengar. Ada yang mengedipkan mata menahan tangis, ada yang memegang mulutnya sambil badannya bergetar haru. Ibu Misna, 70-an tahun, memegang mulutnya sambil sesekali membersihkan air mata dengan jari. Ibu Ratna, janda buruh cuci, suaminya telah lama meninggal dan ia berjuang menyekolahkan anaknya di Universitas Khairun Ternate. Marten, muallaf asal Sorong, baru mengerti bahwa dirinya juga wajib mendapatkan zakat sesuai perintah Al-Qur'an. Pimpinan Baznas mengatakan, "Kami hanya menjalankan amanah dan perintah agama lewat para muzakki untuk disampaikan kepada ibu dan bapak." Ibu Fat, penjual abon kecil-kecilan, memanjatkan doa, "Semoga para muzakki yang ZIS-nya sampai kepada kami ini diberikan pahala di sisi Allah SWT dan menjadi orang-orang yang shaleh." Doa itu diaminkan oleh semua mustahik yang hadir.
BERITA31/12/2025 | BG
BAZNAS Maluku Utara Salurkan Dana Zakat Rp764,171,320 Juta Lebih untuk Kesejahteraan Umat
BAZNAS Maluku Utara Salurkan Dana Zakat Rp764,171,320 Juta Lebih untuk Kesejahteraan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) . Berdasarkan laporan kas keluar periode 1 Januari 2025 hingga 25 Desember 2025, BAZNAS Maluku Utara telah menyalurkan total dana sebesar Rp764,171,320 kepada para mustahik di berbagai wilayah, termasuk Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Kepulauan Sula, dan Kota Tidore Kepulauan. Penyaluran dana ini dilakukan melalui berbagai program prioritas untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat, sejalan dengan Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pelaporan Pelaksanaan Pengelolaan Zakat. Sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang mandiri dan terpercaya, BAZNAS Maluku Utara bertanggung jawab langsung kepada masyarakat dan pemerintah, memastikan setiap rupiah ZIS dikelola sesuai prinsip syariat dan tata kelola yang baik. Dana yang terkumpul telah didistribusikan melalui program-program unggulan yang berdampak langsung pada delapan asnaf (golongan penerima zakat), dengan fokus utama pada pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat dengan lima program utama antara lain: Rincian Penyaluran Dana per Asnaf: Asnaf Fakir Rp 35,150,000 Asnaf Miskin Rp 21,077,000 Amil Rp 229,176,320 Rincian Penyaluran Dana per Program: 1. Penyaluran Bidang Kemanusiaan Rp 190,279,000 terdiri atas: Rumah layak huni BAZNAS (RLHB) Rp 100,100,000 Bantuan Makanan Rp 22,052,000 Bantuan biaya hidup Rp 7,900,000 Bantuan penyaluran fitrah Rp 610,000 Bantuan pengurangan risiko bencana Rp 13,617,000 Bantuan respon darurat bencana Rp 46,000,000 2. Penyaluran Bidang Kesehatan Rp 41,466,000 terdiri atas : Bantuan Transportasi dan/atau Akomodasi Pasien Rp 9,240,000 Bantuan Biaya Pengobatan Rp 31,226,000 Bantuan Asuransi Kesehatan Rp 1,000,000 3. Penyaluran Bidang Pendidikan Rp 58,250,000 terdiri atas : Bantuan Pendidikan Tinggi Dalam Negeri Rp 50,250,000 Bantuan Pendidikan dasar Rp 8,000,000 4. Penyaluran Bidang Ekonomi Rp 224,000,000 Bantuan Modal Usaha Rp 47,500,000 BAZNAS Microfinance Rp 114,000,000 Program Pemberdayaan Retail (ZMart) Rp 22,500,000 Program Pemberdayaan Petani (Lumbung Pangan) Rp 40,000,000 5. Bidang Dakwah dan Advokasi Rp 21,000,000 Bantuan Sarana Dakwah Rp 21,000,000 Pesan dari Ketua BAZNAS Maluku Utara, Drs. H. Fadel Hi. Ali, M.Si., menegaskan bahwa distribusi dana ZIS tahun ini tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi lebih ditekankan pada program pemberdayaan yang berkelanjutan. "Kami di BAZNAS Maluku Utara memiliki visi besar agar dana zakat ini tidak habis sekali pakai. Oleh karena itu, porsi penyaluran pada Bidang Ekonomi menjadi yang terbesar, yakni mencapai Rp224.000.000. Fokus kami adalah penguatan ekonomi umat melalui BAZNAS Microfinance, ZMart, dan Lumbung Pangan. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang hari ini menjadi mustahik, ke depannya dengan izin Allah dapat mandiri secara ekonomi dan bertransformasi menjadi muzaki," ujar Fadel Hi. Ali. Beliau juga menambahkan bahwa setiap penyaluran dilakukan dengan prinsip 3 Aman: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. "Penyaluran ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga amanah para pembayar zakat. Kami memastikan distribusi tepat sasaran kepada delapan asnaf, terutama dalam mendukung program pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Maluku Utara," pungkasnya. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs. Badarudin Gailea, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh muzaki. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan Bapak/Ibu muzaki yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Provinsi Maluku Utara," ujar Badarudin Gailea. "Kepercayaan Anda adalah amanah bagi kami. Laporan ini membuktikan bahwa dana yang Anda salurkan telah kami kelola secara profesional, transparan, dan telah memberikan manfaat nyata, membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan untuk bangkit dan berdaya. Insya Allah, setiap kebaikan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir." Mari terus berkolaborasi dan percayakan pengelolaan zakat Anda kepada BAZNAS Provinsi Maluku Utara. Dengan zakat, kita bangun keadilan sosial dan kesejahteraan umat yang merata.
BERITA25/12/2025 | HUMAS BAZNAS PROV MALUT
BAZNAS Provinsi Maluku Utara Dorong Kemandirian Mustahik Lewat Program Lumbung Pangan
BAZNAS Provinsi Maluku Utara Dorong Kemandirian Mustahik Lewat Program Lumbung Pangan
BAZNAS Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan penyerahan peralatan pertanian kepada Kelompok Tani Berkah di Desa Gitaraja, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan simbolis yang sebelumnya dilakukan oleh pimpinan BAZNAS kepada ketua-ketua kelompok tani. Pada kesempatan ini, pendamping program, Sunarto Hasan, secara langsung menyerahkan bantuan kepada seluruh anggota kelompok tani agar manfaat program dapat dirasakan secara merata. Program ini menyasar 5 Kepala Keluarga dengan total 26 jiwa penerima manfaat, yang seluruhnya merupakan mustahik binaan BAZNAS Provinsi Maluku Utara. Melalui dukungan sarana dan prasarana pertanian, diharapkan para petani mampu meningkatkan produktivitas penanaman padi secara berkelanjutan. Peralatan Pertanian yang Disalurkan Adapun bantuan yang diserahkan meliputi: * 5 unit alat penyemprot * 6 unit jaring pagar * 30 kg bibit padi * 35 botol obat penyemprot * 5 paket pupuk batang * 3 botol obat perangsang buah * 5 unit parang * 5 pasang sepatu boot * 1 unit mesin pemotong rumput * 5 unit cangkul * 5 unit alat garuk rumput Bantuan ini dirancang untuk mendukung seluruh tahapan proses pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman pada Zakat Produktif untuk Kemandirian Umat. BAZNAS Provinsi Maluku Utara menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya transformasi zakat konsumtif menjadi zakat produktif, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan hingga mampu mandiri secara ekonomi. “Melalui Program Lumbung Pangan, BAZNAS hadir bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi mustahik agar ke depan mereka mampu menjadi pelaku ekonomi yang produktif,” ujar perwakilan BAZNAS Provinsi Maluku Utara. Ayo Titipkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda! Keberhasilan program ini tidak lepas dari kepercayaan para muzaki yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Provinsi Maluku Utara. Setiap dana yang dititipkan dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Provinsi Maluku Utara mengajak seluruh masyarakat, ASN, pelaku usaha, dan dermawan untuk terus bersinergi dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui penyaluran ZIS. #BAZNAS Provinsi Maluku Utara #Menebar Manfaat, Membangun Kemandirian Umat* Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
BERITA18/12/2025 | Humas BAZNAS Prov Malut
BAZNAS Prov MALUT Menerima Bantuan dari Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Provinsi Maluku Utara untuk  Bencana Alam di Sumatra
BAZNAS Prov MALUT Menerima Bantuan dari Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Provinsi Maluku Utara untuk Bencana Alam di Sumatra
Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Pimpinan BAZNAS Provinsi Maluku Utara yang diwakili oleh Wakil Ketua II, Drs. Badaruddin Gailea, menerima kunjungan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Provinsi Maluku Utara. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PPAD Provinsi Maluku Utara menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) yang diperuntukkan bagi korban bencana alam di Pulau Sumatra. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas para purnawirawan TNI AD terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah mengalami musibah. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs. Badaruddin Gailea, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepercayaan dan kepedulian PPAD. “Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada PPAD Provinsi Maluku Utara atas amanah dan kepeduliannya terhadap korban bencana alam di Sumatra. Bantuan ini sangat berarti dan akan segera kami salurkan kepada para mustahik yang membutuhkan,” ujar Badaruddin Gailea. Ia juga menambahkan bahwa bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatra membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi dan semangat berbagi menjadi kunci dalam meringankan beban para korban. BAZNAS Provinsi Maluku Utara mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi, dan organisasi untuk bersama-sama menumbuhkan kepedulian sosial serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan amanah. Semoga bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan dan mampu memberikan harapan serta kekuatan bagi para korban bencana alam di Pulau Sumatra.
BERITA15/12/2025 | HUMAS BAZNAS PROV MALUT
BAZNAS Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera
BAZNAS Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara mengintensifkan respons penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dengan menyalurkan uang bantuan melalui BAZNAS RI. Wakil ll Bidang Pendistribusian Drs. H Badaruddin Gailea, menyatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemanusiaan. "BAZNAS RI telah mendirikan Pos Layanan BAZNAS di beberapa titik pengungsian. Fokus saat ini adalah memastikan ketersediaan makanan dan air bersih, serta mencegah penyebaran penyakit yang rentan terjadi pasca-banjir," Ujar H Badaruddin. BAZNAS Provinsi Maluku Utara juga mengajak masyarakat luas untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui kanal resmi BAZNAS agar bantuan yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak korban dan memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
BERITA09/12/2025 | Humas Baznas
Kunjungan UPQ Kementerian Agama RI ke BAZNAS Provinsi Maluku Utara: Perkuat Koordinasi Distribusi Mushaf Al-Qur’an
Kunjungan UPQ Kementerian Agama RI ke BAZNAS Provinsi Maluku Utara: Perkuat Koordinasi Distribusi Mushaf Al-Qur’an
Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama Republik Indonesia hari ini melakukan kunjungan resmi ke kantor BAZNAS Provinsi Maluku Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi terbaru terkait kegiatan dan perkembangan percetakan Al-Qur’an yang dikelola oleh UPQ, sekaligus memperkuat sinergi dalam distribusi mushaf di wilayah Maluku Utara. Rombongan UPQ diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs. Fadel H. Ali M.Si, didampingi oleh Wakil Ketua I, Drs. H. Syamsu I. Imam MMT, dalam suasana hangat dan penuh diskusi konstruktif di ruang rapat BAZNAS. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan UPQ menyampaikan beberapa informasi penting, yang meliputi: * Peningkatan kualitas dan standar percetakan Mushaf Al-Qur’an. * Ketersediaan dan mekanisme distribusi Al-Qur’an untuk memenuhi kebutuhan daerah. * Peluang kerja sama dalam penyaluran mushaf kepada masyarakat yang membutuhkan (mustahik). Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs. Fadel H. Ali M.Si, menyambut baik inisiatif dan informasi yang disampaikan. Beliau menegaskan komitmen BAZNAS Provinsi Maluku Utara untuk berkolaborasi secara aktif. Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik peluang kolaborasi ini. Dengan sinergi bersama UPQ Kemenag RI, kami optimis distribusi Mushaf Al-Qur’an yang berkualitas dapat lebih merata dan tepat sasaran di seluruh wilayah Maluku Utara, menjangkau mustahik, lembaga pendidikan, dan rumah ibadah yang benar-benar memerlukan," ujar Drs. Fadel H. Ali M.Si. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam penguatan koordinasi pusat dan daerah untuk mendukung kebutuhan umat, khususnya dalam penyediaan Mushaf Al-Qur’an yang terjamin mutu dan keabsahannya. Kunjungan diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti rencana kerja sama penyaluran ini.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS Prov Malut
BAZNAS Luncurkan Modernisasi SIMBA di Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025
BAZNAS Luncurkan Modernisasi SIMBA di Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan modernisasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) di ajang Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025, Selasa (26/11/2025). Langkah ini menjadi dorongan besar percepatan digitalisasi tata kelola zakat di Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa seluruh pelaporan BAZNAS ke depan wajib melalui SIMBA sebagai standar nasional. Ia mengakui transformasi digital awalnya penuh tantangan, terutama di daerah dengan keterbatasan perangkat dan jaringan. “Dulu masih banyak yang hanya pakai HP dan sinyalnya terbatas, tapi alhamdulillah sekarang sudah berjalan. Kita ingin semua daerah bisa tembus,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya AI. Menurutnya, digitalisasi merupakan keniscayaan yang kini membuat BAZNAS semakin dilirik dunia. “AI ini luar biasa, tapi jangan sampai kita dimanipulasi. Bisa saja dibuatkan suara saya padahal bukan saya. Karena itu manusia tetap harus jadi imamnya AI,” katanya. Dalam kesempatan yang sama. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec, Ph.D., menjelaskan bahwa SIMBA kini lebih kuat, lebih cepat, dan memiliki standar keamanan setara perbankan. Menurutnya SIMBA bukan sekadar sistem laporan, tetapi alat memantau perjalanan mustahik hingga mandiri. “Data sekarang sangat sensitif. Kebocoran bisa terjadi di mana saja. Karena itu SIMBA kita bangun ulang supaya lebih aman dan lincah,” jelasnya. Prof. Nadra menyebut SDM daerah masih menjadi tantangan utama dalam transformasi digital. Banyak lembaga daerah belum memiliki staf IT, sehingga peningkatan kapasitas dilakukan bertahap. Meski demikian, dukungan lembaga teknologi global membantu memperkuat tim digitalisasi BAZNAS secara nasional. “Tidak bisa langsung semuanya mahir. Kami latih pelan-pelan,” katanya. Acara Zakat Tech Mini Expo 2025 juga menghadirkan berbagai inovasi digital dari BAZNAS daerah, mahasiswa, perbankan syariah, dan perusahaan teknologi global. Peserta disuguhkan teknologi berbasis AI, cloud, serta aplikasi zakat yang memperkuat ekosistem digital BAZNAS. Dengan modernisasi SIMBA, BAZNAS menegaskan komitmennya membangun tata kelola zakat yang lebih transparan, aman, dan terintegrasi dari pusat hingga daerah. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi percepatan digitalisasi nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai rujukan pengelolaan zakat modern di tingkat global.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS
Transformasi Digital, Ijtihad Teknologi untuk Fikih Zakat Kontemporer
Transformasi Digital, Ijtihad Teknologi untuk Fikih Zakat Kontemporer
Oleh: Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec. Ph.D (Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital) Dalam gelombang disrupsi digital yang menerpa berbagai sendi kehidupan, dunia zakat ditantang untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif yang mampu merespons dengan cerdas dan visioner. Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 yang diselenggarakan BAZNAS RI pada 26-27 November 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dengan tema "Pemanfaatan AI dan Penguatan Digital Fundraising", bukan sekadar acara seremonial belaka. Ini merupakan puncak dari perjalanan panjang transformasi digital yang telah dirintis BAZNAS selama bertahun-tahun, sekaligus menjadi momentum strategis untuk merevitalisasi pemahaman fikih zakat dalam terang dinamika kekinian yang semakin kompleks. Perjalanan transformasi digital BAZNAS sesungguhnya telah dimulai dengan komitmen yang kuat dan konsisten. Kilas balik ke tahun 2023, BAZNAS dengan bangga menerima penghargaan dalam ajang Indonesia Digital Innovation Award untuk kategori Best Digital Innovation in Zakat Collection. Penghargaan tersebut bukanlah sekadar piagam atau piala yang menghiasi etalase, melainkan bukti nyata bahwa pendekatan digital dalam pengelolaan zakat telah menjadi keniscayaan yang tidak terelakkan. Penghargaan itu menjadi penegas bahwa langkah BAZNAS untuk mengadopsi teknologi dalam pengelolaan zakat berada pada jalur yang tepat, sekaligus memacu semangat untuk terus berinovasi. Beranjak ke tahun 2024, komitmen tersebut semakin dikonkretkan melalui penyelenggaraan Rakernis Transformasi Digital Nasional dan Zakathon 2024 dengan fokus utama pada "Kantor Digital BAZNAS". Kegiatan besar ini menandai fase percepatan adopsi teknologi dalam seluruh rantai nilai pengelolaan zakat—mulai dari pendataan mustahik yang lebih komprehensif, penghimpunan dana yang lebih masif dan mudah diakses, hingga penyaluran yang lebih tepat sasaran, terukur, dan transparan. Rakernis 2024 berhasil membangun fondasi infrastruktur dan mindset digital yang kokoh, yang menjadi batu pijakan menuju visi yang lebih ambisius dan futuristik di tahun 2025. Dalam konteks inilah, Rakernis 2025 hadir dengan nuansa yang berbeda. Jika sebelumnya fokus pada pembangunan infrastruktur dan platform digital, tahun ini melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) dan big data ke dalam inti strategi pengelolaan zakat. Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan mitra strategis dalam pengambilan keputusan yang lebih cerdas, cepat, dan berdampak luas. Perkembangan teknologi ini, bagaimanapun, membawa serta tantangan mendasar yang tidak boleh diabaikan: bagaimana fikih zakat klasik, yang lahir dari konteks sosial-ekonomi yang jauh berbeda, dapat berdialog secara produktif dengan realitas ekonomi digital modern yang serba cair, abstrak, dan borderless? Di sinilah warisan pemikiran progresif almarhum Prof. KH. Ibrahim Hosen menjadi cahaya penuntun yang sangat relevan. Sebagaimana dikutip secara mendalam dalam artikel "Ibrahim Hosen dan Terobosan Fiqih untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat" di laman Kemenag.go.id (24 November 2025), Ibrahim Hosen telah meletakkan dasar metodologis yang kokoh untuk memperluas cakupan harta yang wajib dizakati. Pendekatannya yang tidak kaku, dengan tetap berpegang pada zhahir nash namun sekaligus memberdayakan qiyas (analogi hukum) untuk mengembangkan 'illat (alasan hukum) zakat, memberikan kita kerangka berpikir yang dinamis untuk menjawab tantangan baru. Klasifikasi brilian Ibrahim Hosen yang membagi harta wajib zakat ke dalam empat kategori—logam dan barang berharga, tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat, hewan ternak dan hasil laut, serta hasil usaha dan keuntungan bisnis—bukanlah daftar tertutup. Ia justru merupakan kerangka metodologis yang terbuka untuk ditafsirkan ulang. Dalam konteks ekonomi digital kekinian, klasifikasi ini dapat dengan cerdas menjangkau aset-aset modern seperti token aset digital, non-fungible tokens (NFT), royalti konten digital, pendapatan dari platform ekonomi berbagi (sharing economy), hingga keuntungan dari perdagangan algoritmik. Semua harta baru ini memiliki 'illat yang sama dengan harta yang disebutkan dalam nash: nilainya yang berkembang dan potensinya untuk menghasilkan keuntungan. Namun, transformasi digital dalam zakat tidak berhenti pada aspek penghimpunan saja. Pemikiran Ibrahim Hosen tentang penyaluran zakat yang tidak hanya konsumtif, tetapi juga produktif dan investatif, menemukan medium yang sempurna dalam teknologi digital. Dengan dukungan AI dan analitik data, kita kini dapat memetakan potensi ekonomi mustahik dengan presisi yang sebelumnya tidak terbayangkan. Sistem dapat menganalisis data sosial-ekonomi, preferensi, dan kemampuan mustahik untuk kemudian merekomendasikan bentuk penyaluran yang paling optimal, apakah itu dalam bentuk modal usaha, pelatihan keterampilan digital, atau akses ke pasar. Zakat produktif dapat dikelola melalui platform koperasi digital, dimana mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Lebih jauh lagi, perluasan makna sabilillah yang digagas Ibrahim Hosen—yang mencakup semua kegiatan untuk kemaslahatan umat secara luas—mendapatkan dimensi baru di era digital. Dana zakat dapat dialokasikan secara strategis untuk membiayai pengembangan platform pendidikan digital yang dapat diakses oleh santri di pelosok negeri, mendanai riset teknologi tepat guna untuk memecahkan masalah umat, membangun infrastruktur digital pesantren dan madrasah, hingga menjadi modal ventura bagi startup sosial yang bertujuan untuk memberdayakan komunitas marjinal. Dalam visi ini, zakat tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi menjadi motor penggerak inovasi dan kemajuan peradaban umat. Oleh karena itu, Rakernis 2025 dengan fokus pada AI dan digital fundraising harus dipandang sebagai sebuah lompatan besar. Ini adalah upaya untuk menyinergikan kekuatan ijtihad fikih dengan kecepatan inovasi teknologi. Indonesia sedang membangun sebuah sistem zakat nasional yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga kokoh secara filosofis dan hukum. Sebuah sistem yang mampu menghadirkan keadilan distributif di era di mana batas antara dunia fisik dan digital semakin kabur. Pencapaian sejak 2023 hingga persiapan menuju 2025 ini dengan jelas menunjukkan bahwa transformasi digital bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis. Tujuannya adalah memastikan bahwa zakat tetap relevan, efektif, dan memiliki dampak transformatif di tengah gelombang perubahan yang tak terbendung. Dengan digitalisasi, kita tidak hanya mengejar efisiensi operasional, tetapi yang lebih penting, memperluas cakrawala fikih zakat kontemporer sehingga mampu menjawab tantangan zaman dengan lugas dan elegan. Sebagai penutup, izinkan saya merenungkan kembali pesan abadi Prof. KH. Ibrahim Hosen: pada hakikatnya, zakat harus menjadi instrumen perubahan sosial yang nyata, bukan sekadar ritual yang berhenti pada pemenuhan kewajiban individual. Dengan semangat yang sama, mari kita jadikan transformasi digital sebagai sarana untuk menghidupkan kembali ruh ijtihad dalam fikih zakat, merajut narasi kemajuan, dan mewujudkan keadilan ekonomi serta kesejahteraan yang inklusif bagi seluruh umat.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Salurkan Bantuan Microfinance dan Usaha, Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik
BAZNAS Salurkan Bantuan Microfinance dan Usaha, Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara kembali menegaskan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat melalui penyaluran program bantuan microfinance dan bantuan usaha produktif. Penyaluran ini ditujukan kepada para mustahik, dalam upaya nyata mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Program bantuan usaha produktif BAZNAS memberikan bantuan modal awal. Langkah ini memastikan para mustahik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mengelola usaha mereka agar terus berkembang. "Bantuan ini adalah stimulan, sebuah awalan untuk para penerima agar dapat keluar dari ketergantungan dan menjadi mandiri, bahkan kelak dapat menjadi muzaki (pemberi zakat). Kami fokus pada usaha mikro dan kecil yang memiliki potensi untuk terus tumbuh," ujar H Badaruddin saat penyerahan bantuan. Selain bantuan usaha, BAZNAS juga mengaktifkan skema BAZNAS Microfinance yang bertujuan memberikan akses permodalan tanpa riba kepada mustahik. Program ini menawarkan pinjaman bergulir dengan skema syariah yang berorientasi pada pemberdayaa. Salah satu penerima manfaat, Ibu Rakibah (45), seorang pedagang makanan kecil, menyatakan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, dengan bantuan modal ini, usaha saya bisa menambah jenis dagangan dan lebih maju.," tuturnya. BAZNAS berharap program ini dapat melahirkan lebih banyak pengusaha mikro dari kalangan mustahik, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi umat secara keseluruhan. Program ini juga menjadi bukti nyata pengelolaan zakat, infak dan sedekah secara profesional dan transparan, yang hasilnya langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA12/11/2025 | Moh Julgian Baldan
BAZNAS Salurkan Bantuan Khusus, Ringankan Biaya Akumudasi dan Transportasi
BAZNAS Salurkan Bantuan Khusus, Ringankan Biaya Akumudasi dan Transportasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara kembali menunjukkan peran aktifnya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program khusus. Kali ini, bantuan difokuskan untuk meringankan biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit rujukan. Hardiyanti M Guntur (28) Tahun, menerima bantuan tunai untuk meringankan biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit rujukan. Hardiyanti, seorang mahasiswa, telah menderita infeksi telinga selama tiga tahun, yang menyebabkan gangguan pendengaran serius dan menghambatnya dalam kesehariannya. Wakil ll Bidang Pendistribusian Drs. H Badaruddin Gailea menjelaskan bahwa bantuan ini krusial untuk memastikan mustahik dapat menjalani pengobatan hingga tuntas tanpa kendala apapun. "Kami memahami bahwa perjalanan di kota lain dapat menghabiskan biaya yang sangat besar, bahkan melebihi biaya pengobatan itu sendiri. Oleh karena itu, melalui Program BAZNAS Sehat, kami menyalurkan bantuan untuk kebutuhan transportasi selama Ibu Hardiyanti menjalani rawat jalan," Ujar H Badaruddin BAZNAS berkomitmen untuk terus memperluas jenis bantuan yang disalurkan, memastikan dana zakat yang dihimpun dapat mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi oleh mustahik dalam mencapai kesehatan dan kesejahteraan.
BERITA31/10/2025 | Moh Julgian Baldan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Maluku Utara.

Lihat Daftar Rekening →