Berita Terbaru
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), sebagai upaya memperkuat peran amil dari pusat hingga desa. Penguatan peran amil diharapkan dapat mengoptimalkan potensi zakat nasional, guna mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Peluncuran AAZRI dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Acara tersebut dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta diikuti 1.200 peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. mengatakan, pembentukan AAZRI merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memperkuat peran amil sekaligus mendukung pencapaian program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
"Hari ini, BAZNAS meresmikan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dari pusat hingga desa. Jika tiap desa ada lima amil, dikalikan 80 ribu desa, jumlahnya sekitar 400 ribu amil. Ditambah yang ada di kota dan provinsi, total bisa mencapai satu juta amil," ujar Kiai Noor.
Ia menambahkan, ide pembentukan AAZRI ini lahir melalui konsultasi dengan Menteri Agama RI. Menurutnya, semakin banyak jumlah amil zakat, semakin besar pula peluang pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah di masyarakat.
"Target yang sudah ditetapkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), insya Allah Rp66 triliun akan kita capai pada tahun 2026. Syukur nanti terus meningkat, karena seperti disampaikan Pak Menteri, masih banyak sumber dana zakat yang belum kita raih. Dengan semakin banyaknya amil, akan semakin banyak pula orang yang bekerja mengumpulkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menekankan, AAZRI tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi juga sarana penguatan kapasitas dan integritas para amil di seluruh Indonesia. Dengan keberadaan AAZRI, diharapkan mampu menggerakkan potensi besar zakat di Indonesia agar lebih optimal dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
"Insya Allah mudah-mudahan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan bagaimana kita semuanya berperan aktif dalam rangka untuk mendukung Asta Cita," ucap Kiai Noor.
Sementara, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang hadir dalam acara tersebut, turut menyambut baik peluncuran AAZRI. Menurutnya, langkah BAZNAS membentuk asosiasi amil zakat akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa.
"AAZRI ini diperkirakan jumlahnya mencapai 1 juta orang. Jika hal itu tercapai, dan masing-masing amil mampu mengumpulkan dana Rp10 juta, berarti akan terkumpul Rp10 triliun. Dana tersebut akan langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat di daerah-daerah," kata Muzani.
Ia menilai kerja para amil zakat merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan memiliki nilai strategis dalam membangun bangsa. "Oleh karena itu, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mulia, luhur, dan luar biasa. Inilah pahlawan-pahlawan Indonesia menjelang 100 tahun Republik Indonesia," tegasnya.
Muzani juga menambahkan, apa yang dilakukan BAZNAS merupakan bentuk nyata pemanfaatan otoritas negara untuk membantu rakyat dan mempercepat pencapaian tujuan negara dalam menyejahterakan rakyat.
“Apa pencapaian tujuan bernegara itu? negara yang kuat, bukan hanya karena tentaranya atau polisinya yang kuat, melainkan juga karena rakyatnya kuat: rakyat tanpa utang, rakyat yang sehat, rakyat yang kenyang, dan rakyat yang memiliki pekerjaan,” ucap Muzani.
BERITA27/08/2025 | HUMAS BAZNAS RI
MENTERI AGAMA RI BUKA RAKORNAS BAZNAS 2025
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Forum tahunan ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Turut hadir dalam pembukaan Rakornas, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, serta jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan Rakornas BAZNAS menjadi momentum penting dan tepat untuk menyinergikan program zakat dengan Asta Cita yang diharapkan bisa memberi dampak langsung dan nyata pada kesejahteraan yang merata bagi umat.
“Tema Rakornas 2025 mengandung makna besar agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial yang mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan mendukung Asta Cita,” ujar Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, dukungan BAZNAS terhadap Asta Cita terwujud melalui berbagai program nyata yang sejalan dengan misi pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, hingga pembangunan inklusif dan berkeadilan.
“Melalui Rakornas ini, kita meneguhkan tekad bahwa BAZNAS akan terus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk memastikan zakat benar-benar menjadi pilar yang menopang pencapaian Asta Cita serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan umat dan visi Indonesia Emas 2045,” ucap Kiai Noor.
Ia menambahkan, BAZNAS berhasil menunjukkan kinerja penghimpunan yang meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Menurutnya, zakat semakin mendapat tempat di hati masyarakat sebagai instrumen keadilan sosial.
“Penghimpunan zakat nasional naik signifikan, dari Rp12,43 triliun pada 2020 menjadi Rp40,53 triliun di 2024. Di tingkat pusat, pengumpulan meningkat dari Rp517 miliar pada 2021 menjadi Rp1,12 triliun pada 2024, dengan target Rp1,35 triliun pada 2025,” ucap Kiai Noor.
Pada kesempatan itu, Kiai Noor juga mengungkapkan, jumlah muzaki terus bertambah hingga mencapai 28,46 juta jiwa pada 2024. Ia menilai, angka tersebut mencerminkan peningkatan kesadaran berzakat di tengah masyarakat.
Selain itu, kata Kiai Noor, BAZNAS memperkuat tata kelola zakat melalui transformasi digital, peningkatan kualitas SDM amil, serta penguatan koordinasi nasional. Terlebih, lanjutnya, Indeks Zakat Nasional (IZN) kini sudah diakui sebagai salah satu indikator pembangunan daerah oleh Bappenas.
BAZNAS juga tercatat aktif di level internasional, terutama dalam kontribusi kemanusiaan untuk Palestina. Hingga Juli 2025, BAZNAS telah menghimpun sebanyak Rp375 miliar dan menyalurkan Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza.
“Kita patut bangga karena logo BAZNAS kini dikenal di kancah internasional sebagai simbol kepedulian bangsa Indonesia,” kata Kiai Noor.
Rakornas BAZNAS 2025 turut menghadirkan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan kepada berbagai pihak, mulai dari BAZNAS daerah, lembaga amil zakat (LAZ), tokoh publik, hingga mitra perusahaan. Menurut Kiai Noor, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus pemacu semangat bagi semua elemen penggerak zakat.
“Harapan besar dari Rakornas ini adalah lahirnya langkah-langkah konkret yang semakin memajukan pengelolaan zakat di Indonesia. Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi bagian dari gotong royong bangsa untuk menghadirkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan,” tegasnya.
Rakornas kali ini juga menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan BAZNAS periode 2020–2025. Kiai Noor menyampaikan agar estafet kepemimpinan berikutnya tetap menjaga dan mengembangkan inovasi yang telah dibangun.
“Kami memohon doa dan dukungan agar kepemimpinan berikutnya dapat membawa BAZNAS semakin kokoh dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat serta pembangunan bangsa,” pungkasnya.
Hadir dalam Rakornas BAZNAS 2025, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D., Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, serta Deputi 2 BAZNAS RI saat ini dijabat oleh Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA27/08/2025 | HUMAS BAZNAS RI
DUKUNG ASTA CITA PRESIDEN,BAZNAS MALUT KUCURKAN 330 JUTAAN.
Untuk ikut merealisasikan asta cita presiden RI Prabowo Subianto, maka sepanjang bulan agustus 2025, BAZNAS Malut telah menyalurkan bantuan senilai tiga ratus juta lebih, bagi mustahik dengan beragam profesinya.
Menurut Pimpinan BAZNAS Prov. Malut bidang pendistribusian, Badaruddin Gailea. Kegiatan penyaluran bantuan dengan beragam kegiatan ini, merupakan kesadaran pentingnya seluruh elemen bangsa ikut mewujudkan Asta Cita Presiden RI. Sebuah cita cita mulia, dimana masyarakat harus ditingkatkan kesejahteraannya, soal kedaulatan pangan, pembangunan Infra struktur dan pembangunan sumberdaya manusia.
Kaitannya dengan Asta Cita ini kami dalam bulan agustus ini telah beri bantuan berupa BAZNAS Microfinance, Z Mart, Z aoto dan Rumah layak huni, beasiswa serta bantuan kesehatan. Semuanya pakai pendekatan Asnab dalam Islam.
Apa yang di sebut dengan cita pertama soal peningkatan kesejahteraan masyarakat, lanjut Bang Badar, benar² terasa di masyarakat. Terutama mereka yang mungkin lebih di bawah dari ukuran kemiskinan yg selama ini kita tau. Banyak diantara para penerima bantuan dalam program ini, mereka menangis terisak isak karena haru. Sementara itu Enam program ini telah dilaksanakan di seluruh maluku utara.
Memang jumlah bantuan ini masih jauh dari harapan mustahik seluruh Maluku Utara. Tetapi jelas Badaruddin, ini semua dalam lingkup Maluku Utara adalah ikut membantu pemerintah daerah dalam ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara, sebagaimana sering di sampaikan oleh Gubernur dalam berbagai forum.
BERITA26/08/2025 | Moh Julgian Baldan
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, BAZNAS RI Siap Gelar Rakornas dan BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI siap menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Awards 2025 di Jakarta, pada 26-29 Agustus 2025, yang akan dihadiri oleh Menteri Agama (Manag) RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar dan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani. Kegiatan ini menjadi wujud dukungan nyata BAZNAS seluruh Indonesia terhadap Asta Cita Presiden Prabowo sekaligus momentum penting dalam menyelaraskan visi zakat nasional dengan arah pembangunan pemerintah.
Rakornas 2025 juga menyoroti komitmen BAZNAS dalam misi kemanusiaan global. Salah satu agenda penting adalah penyampaian aksi BAZNAS dalam program "Membasuh Luka Palestina" juga kondisi terkini jalur bantuan ke Palestina melalui perbatasan Mesir, yang akan dipaparkan oleh perwakilan KBRI Mesir.
“BAZNAS siap menyelaraskan visi dan misinya dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 akan menjadi tonggak baru kontribusi zakat dalam pembangunan nasional serta mewujudkan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan sejahtera,” ucap Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/8/2025).
Kiai Noor menjelaskan, Rakornas 2025 akan diikuti oleh 1.200 peserta dari BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten seluruh Indonesia, dan akan membahas isu-isu strategis mulai dari penguatan kelembagaan zakat, perluasan partisipasi muzaki, transformasi digital, integrasi data zakat nasional, hingga peningkatan dampak zakat terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Rakornas ini juga akan menjadi ajang konsolidasi menuju Rencana Strategis BAZNAS 2025–2029 agar tata kelola zakat semakin efektif, akuntabel, digital, dan selaras dengan pembangunan nasional," ucapnya.
Ia menambahkan, Rakornas akan dihadiri oleh Menko PMK, Mendagri, Kepala BPS, Deputi PMK Bappenas, serta pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota. Sementara pembukaan dijadwalkan oleh Menteri Agama, Ketua MUI, dan Ketua MPR.
Pada pembukaan Rakornas tahun ini, BAZNAS akan meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), serta peluncuran buku Islam Ala Prabowo Subianto yang diinisiasi oleh Ketua MPR, Ahmad Muzani dan Ketua MUI, KH Anwar Iskandar.
Terkait dengan BAZNAS Awards 2025, Ketua BAZNAS RI menyampaikan bahwa ajang penghargaan tersebut akan memberikan apresiasi kepada penerima dari kalangan kementerian/lembaga, kepala daerah, dan mitra strategis, serta BAZNAS dan LAZ di seluruh Indonesia.
“Melalui Rakornas dan BAZNAS Awards 2025, BAZNAS meneguhkan peran zakat sebagai instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi umat, dan pencapaian tujuan pembangunan nasional," tambahnya.
Kiai Noor mengatakan, "Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat harus semakin kuat dalam membangun bangsa yang sejahtera dan berkeadilan,” ucapnya.
Kiai Noor juga berharap, Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama, meningkatkan tata kelola zakat yang profesional, serta memperluas dampaknya bagi kesejahteraan umat di seluruh Indonesia.
Adapun rangkaian acara Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 di antaranya:
Hari Pertama (26 Agustus 2025): Peluncuran sejumlah program unggulan, ministerial session bersama Menko PMK terkait “Zakat sebagai Pilar Keadilan Sosial dan Pemerataan dalam Visi Indonesia Emas 2045”; Mendagri yang akan menyampaikan materi terkait “Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam Optimalisasi Pengumpulan Zakat: Sinergi Kebijakan, Regulasi, dan Dukungan Kelembagaan”; dan Kepala BPS yang akan menyampaikan materi “Tren Kemiskinan dan Ketimpangan di Indonesia dalam Perspektif Penguatan Kebijakan Zakat Nasional”.
Hari Kedua (27 Agustus 2025): Sesi menteri dengan Menko Polhukam, Menko Infrastruktur, dan Kepala Bappenas. Dilanjutkan plenary session yang membahas target dan strategi pengumpulan, penyaluran, perencanaan, transformasi digital, SDM, koordinasi nasional, serta pengendalian dan audit zakat.
Hari Ketiga (28 Agustus 2025): Penganugerahan BAZNAS Awards 2025. Malamnya dilanjutkan dengan laporan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota.
Hari Keempat (29 Agustus 2025): Lanjutan laporan daerah, pembacaan risalah Rakornas 2025, dan penutupan Rakornas.
BERITA25/08/2025 | HUMAS BAZNAS RI
MEMBERI MAKNA PADA EDARAN MENDAGRI NO.400.6.1/5742/SJ.
Edaran Mendagri dengan nomor seperti pada judul diatas adalah tentang Penguatan Kelembagaan dan Dukungan Biaya Operasional BAZNAS di Daerah, yang di tandatangani Mendagri Tito Karnafian tanggal 26 Oktober 2023.
Edaran yang dengan serius di rancang ini, memposisikan BAZNAS dalam konteks Pembiayaannya yang terencana dan bertanggungjawab. Karena sebagaimana diketahui BAZNAS merupakan Lembaga Resmi Negara yang di bentuk berdasarkan UU No.23 Tahun 2011 itu, harus diatur model pembiayaannya agar lembaga ini bisa berjalan dengan baik, bisa diaudit, sebagai wujud perhatian pemerintah pusat dalam penanganan para Mustahik [miskin) di Indonesia.
Pada poin a Edaran tersebut, Mendagri mengutip dasar kelembagaan BAZNAS yang termuat dalam pasal 5 ayat 3 UU No.23. 2011, Tentang Pengelolaan zakat. Pasal tetsebut jelas tersurat bahwa kelembagaan BAZNAS adalah sebagai lembaga pemerintah non Struktural yang di bentuk oleh pemerintah untuk mewujudkan tujuan UUD 45.
Dengan dasar tersebut mendagri lalu merujuk permendagri no 77 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah. Dengan ini kemudian lahirlah penegasan dalam surat edaran ini, sebagaiamana tertuang dalam poin 2. Disana dikatakan "...BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota dalam melaksanakan tugasnya setiap tahun dianggarkan pembiayaannya dari APBD dan Hak Amil".
Hal ini sekaligus juga menjelaskan bahwa posisi BAZNAS dalam keuangan Daerah adalah pembiayaan wajib yang harus di berikan oleh daerah Provinsi dan Kabupaten/kota setiap tahun secara cukup untuk membiayai operasional Lembaga Negara yang namanya BAZNAS itu. Jadi bukan merupakan hibah biasa yang selama ini di salah pahami oleh sebagian pihak.
Demikian halnya kita bisa samakan persepsi bahwa keberadaan BAZNAS adalah sebuah lembaga Pemerintah non struktural yang pembiayaannya sesuai atutan perundang undangan harus di biayai oleh pemerintah sesuai dengan tingkatannya.
Kita bisa berharap apa yang menjadi perintah UU dan semua perangkat perundangan lanjutan di bawahnya bisa berjalan dengan baik untuk bersama sama membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera. Wallahu Alam.
*Baznas Prov. Malut.
BERITA20/08/2025 | Badaruddin Gailea
GEBYAR BANTUAN BAZNAS MALUT MENYAMBUT HUT NKRI YANG KE 80.
BAZNAS 16/08/2025.
Sejumlah bantuan BAZNAS dilakukan menyambut HUT RI yang ke 80 sejak tanggal 11 Agustus sampai dengan 18 agustus 2025.
Kegiatan dimaksud berupa; pencangangan kampung Baznas, bantuan Z Mart, bantuan Z auto dan bantuan Rumah layak huni. Ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam merayakan Hari Ulang tahun RI yang ke 80.
Pimpinan BAZNAS bidang Penyaluran Badaruddin Gailea mengatakan Gebyar bantuan menyambut HUT RI ini, bertujuan untuk memberi bukti komitmen Pemerintah dan BAZNAS agar orang miskin yang Mustahik sedikit merasakan keberadaan mereka di perhatikan oleh Negara.
Memang bantuan ini kecil jumlahnya tetapi sedikit membuat para mustahik yang miskin ini bisa tersenyum ketika merayakan ulang tahun negaranya yang ke 80.
Lebih jauh Badaruddin menjelaskan, jumlah penerima bantuan microfinance sebanyak 30 orang, sedangkan Z. Mart berjumlah 8 orang mustahik. Sedangkan Z Auto dan rumah layak huni, masing² sebanyak 5 tempat usaha dan 5 rumah.
Ketika disinggung soal anggaran Bang Badar, mengatakan Anggaran pelaksanaan program Gebyar bantuan ini tentu tidak besar hanya sekitar 270 jutaan, tapi menyentuh langsung kepada masyarakat mustahik paling bawah yang selana ini telah berjuang tertatih tatih dengan usaha kecilnya.
Sedangkan sumber keuangan semua ini berasal dari zakat dan Infak para ASN, suasta, BUMN dan personal masyarakat muzakki yang tersebar di provinsi Maluku Utara.
Apa yang kami lakukan dengan media BAZNAS ini, lanjutnya, belum terlalu banyak. Tapi sedikit bisa ikut membantu pemerintah dalam hal ikut mengentaskan kemiskinan lewat usaha usaha kecil yang dilakukan oleh mustahik.#
BERITA16/08/2025 | Moh Julgian Baldan
MENGENAL APA SESUNGGUHNYA BAZNAS.
MENGENAL APA SESUNGGUHNYA BAZNAS.
BAZNAS Bukan Ormas, OKP, Panitia zakat atau lembaga sosial lain, yang terkadang dilihat sebelah mata oleh pemerintah Pusat maupun Daerah dalam soal pembiayaan.
BAZNAS merupakan lembaga Pemerintah non sruktural yang hadir berdasarkan UU NO. 23. Tahun 2011, PP No. 14 Thn 2014, Impres No. 3 tahun 2014, Perda no 04 tahun 2014 dan surat edaran Mendagri no 400.6.1/5742/sj.
Tentang penguatan kelembagaan dan dukungan biaya operasional BAZNAS di daerah.
Lembaga ini sesuai aturan perundangan dimaksud di beri kewenangan oleh Negara untuk mengumpulkan zakat, infak dan Sadaqah yang berasal dari ASN dan suasta di Negara ini, untuk disalurkan kepada mustahik (orang² yang berhak menerima Zakat).
Posisi BAZNAS sebagaimana UU No. 23 tersebut sama dengan lembaga lembaga negara lainnya, dengan kekhususan masing masing. Jelas sekali dalam edaran mendagri diatas pada poin dua menyebutkan: "Baznas Provinsi dan Kabupaten kota dalam melaksanakan tugasnya setiap tahun dianggarkan pembiayaannya dari APBD dan hak amil.
Posisi BAZNAS sesungguhnya sama dengan KPU, Bawaslu, KIP dan lainnya dengan kekhususan bagi Baznas adalah mengumpulkan dan menyalurkan Zakat Infak dan Shadaqah dari ASN, BUMN dan Suasta.
Bahkan lebih tinggi lagi dalam aturan perundangan kita yaitu Pasal 31 UU No. 23 tahun 2014 diatas menyebutkan; BAZNAS Propinsi dan Kabupaten/Kota di biayai dengan APBD masing masing sesuai tingkatannya.
Oleh karena itu adalah kurang tepat kiranya memposisikan BAZNAS sama dengan lembaga² lain penerima bantuan atau hibah.
Bantuan/ hibah yang di berikan kepada lembaga pemerintah non struktural (Baznas) atas perintah peraturan perundang undangan yang ada dalam APBD justru merupakan kewajiban pemerintah sesuai tingkatannya masing masing (lihat UU No 23 tahun 2011)
Ini sedikit catatan kecil dalam upaya memberi arah bagaimana memahami keberadaan BAZNAS agar semua kita, warga negara kesatuan Republik Indonesia bisa berjalan sesuai dengan perundangan yang berlaku di Negara tercinta ini.
#Baznas prov.malut.
BERITA14/08/2025 | Badaruddin Gailea
PERESMIAN PROGRAM BAZNAS MICROFINANCE MALUKU UTARA
Pada hari Senin, 11 Agustus 2025, BAZNAS Provinsi Maluku Utara meresmikan Program BAZNAS Microfinance di Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Acara peresmian ini dihadiri oleh Kepala Desa Galala dan merupakan langkah konkret BAZNAS Provinsi Maluku Utara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro.
Dalam acara tersebut, BAZNAS Provinsi Maluku Utara menyerahkan bantuan pinjaman tanpa bunga sebesar Rp 3.000.000 kepada 30 orang mustahik. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp 90.000.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mustahik dalam mengembangkan usaha mikro mereka dan meningkatkan pendapatan.
Program BAZNAS Microfinance ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro dan kecil. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Program BAZNAS Microfinance ini merupakan salah satu upaya BAZNAS Provinsi Maluku Utara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sejahtera dan mandiri secara ekonomi.
BERITA11/08/2025 | Moh Julgian Baldan
PENCANANGAN KAMPUNG BAZNAS DI PROVINSI MALUT.
BAZNAS Provinsi Maluku Utara di awal agustus 2025 ini akan mencanangkan kampung Baznas yang akan akan berlokasi di Desa Galala sofifi.
Kampung BAZNAS ini akan memuat beberapa program berupa: Micro Finance, Z Auto dan Z Mart. Yang akan tersebar di desa Galala. Sebagai uji coba kegiatan unggulan Baznas bagi penguatan ekonomi masyarakat kecil.
Menurut Ketua biadang pendistribusian BAZNAS Prov Malut, Badaruddin Gailea; kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu modal bagi para pengusaha kecil di pasar, bengkel dan kios kios kecil di seputar desa Galala dan sekitarnya.
Menurutnya, program dimaksud merupakan bentuk keberpihakan kepada Mustahik pengusaha kecil, turunan dari hasil Rakornas akhir 2024 lalu dan Rakorda BAZNAS. Jadi semua yang mendapatkan bantuan adalah mereka yang masuk dalam kategori delapan Asnab ( sesuai hukum Islam) yang wajib menerima zakat, infak dan shadaqah.
Tentu dalam hal ini, lanjut Badaruddin, kami melakukan survei berkali kali untuk memastikan ketepatan bantuan sampai kepada yang berhak menerimanya.
Sementara itu, program beasiswa dan pengobatan bagi masyarakat tidak mampu rutin dilaksanakan sesuai dengan permintaan berupa permohonan serta kondisi pengumpulan zakat, infak dan shadaqah yang tersedia.
BERITA01/08/2025 | Moh Julgian Baldan
PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA BAZNAS PROVINSI MALUKU UTARA DAN BKKBN DALAM PROGRAM PENGUMPULAN SEDEKAH GERAKAN ORANG TUA ASUH CEGAH STUNTING (GENTING)
Ternate, 29 Juli 2025 - Dalam rangka meningkatkan kerja sama dan mengoptimalkan upaya penanggulangan stunting di Provinsi Maluku Utara, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Utara menandatangani Perjanjian Kerja Sama pada hari ini, 29 Juli 2025.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini disambut baik oleh Ketua BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Drs Fadel Hi Ali M.Si, yang menyatakan bahwa kerja sama ini akan memungkinkan BAZNAS Provinsi Maluku Utara untuk melaksanakan program yang lebih terarah dan lebih baik lagi melalui keterlibatan BKKBN. "Dengan adanya kerja sama ini, kami percaya bahwa dana yang dikumpulkan dapat dioptimalkan untuk mendukung program penanggulangan stunting di Maluku Utara," ujarnya.
Sementara itu, Ketua BKKBN Provinsi Maluku Utara, Victor Palimbong, juga menyambut baik kerja sama ini mengingat tingginya angka stunting di Maluku Utara. Berdasarkan data BKKBN, terdapat peningkatan angka stunting di Maluku Utara dari tahun 2024 ke tahun 2025. "Keterlibatan berbagai pihak sangat penting dalam mengoptimalkan pengumpulan dana dan pelaksanaan program untuk mencegah stunting. Kami percaya bahwa kerja sama dengan BAZNAS Provinsi Maluku Utara akan membawa dampak positif bagi masyarakat," katanya.
Perjanjian Kerja Sama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi BAZNAS dan BKKBN Provinsi Maluku Utara untuk bersama-sama mengatasi masalah stunting melalui pengumpulan dan pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang lebih efektif.
BERITA31/07/2025 | Moh Julgian Baldan
Lebaran Anak Yatim dan Disabilitas
BAZNAS Provinsi Maluku Utara dan Kanwil Kemenag Gelar Lebaran Anak Yatim dan Disabilitas
BAZNAS Provinsi Maluku Utara bersama Kanwil Kemenag Maluku Utara mengadakan kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Disabilitas pada hari Jumat, 4 Juli 2025. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Kakanwil Maluku Utara dan Pimpinan BAZNAS Provinsi Maluku Utara.
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Maluku Utara memberikan santunan kepada 50 anak yatim dan disabilitas. Santunan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan memberikan semangat kepada anak-anak yang membutuhkan.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Provinsi Maluku Utara dan Kanwil Kemenag Maluku Utara terhadap anak-anak yatim dan disabilitas. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
#BAZNAS #MalukuUtara #LebaranAnakYatim #Disabilitas #Santunan #Kepedulian #Kemenag
BERITA04/07/2025 | Moh Julgian Baldan
BAZNAS Provinsi Maluku Utara Memberikan Bantuan Kesehatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku Utara telah memberikan bantuan kesehatan kepada salah satu warga yang membutuhkan, yaitu Maikel B. Nurhamidin. Pasien ini mengalami luka akibat ditembak peluru nyasar yang memerlukan biaya pengobatan.
Dengan bantuan dari BAZNAS, pasien ini dapat memperoleh biaya pengobatan yang dibutuhkan untuk memulihkan kesehatannya. Bantuan ini diberikan dalam bentuk biaya operasi, perawatan, dan obat-obatan yang diperlukan.
Pasien ini sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS. "Saya sangat berterima kasih atas bantuan BAZNAS yang telah membantu saya dalam memperoleh biaya pengobatan. Saya tidak tahu apa yang saya lakukan tanpa bantuan ini," ungkap pasien.
Bantuan kesehatan yang diberikan oleh BAZNAS ini tidak hanya membantu pasien dalam memperoleh biaya pengobatan, tetapi juga memberikan harapan baru bagi pasien dan keluarganya. Dengan bantuan ini, pasien dapat memperoleh kesempatan untuk memulihkan kesehatannya dan kembali menjalani kehidupan normal.
Menurut Wakil ll Bidang Pendistribusian BAZNAS Provinsi Maluku Utara, Badaruddin Gailea, bantuan kesehatan ini dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan komitmen dan kerja keras BAZNAS, diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program bantuan kesehatan ini, BAZNAS menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, BAZNAS dapat menjadi salah satu lembaga yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
BERITA24/06/2025 | Moh Julgian Baldan
BAZNAS Provinsi Maluku Utara Peduli Bencana Angin Puting Beliung di Desa Guraping
Sebanyak 17 Kepala Keluarga/KK korban bencana angin puting beliung menerima bantuan sembako dari BAZNAS Provinsi Maluku Utara (Malut).
Korban bencana angin puting beliung yang menimpa masyarakat di Kelurahan Guraping-Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, beberapa waktu lalu kondisinya cukup menyedihkan dimana ada rumah yang atapnya sampai terlepas akibat terjangan angin.
Menurut ketua tanggap bencana BAZNAS Prov.Maluku Utara, Badaruddin Gailea, bantuan ini berupa sembako yang terdiri dari, beras, gula, terigu, minyak goreng dan lain sebaginya, yang bersumber dari zakat, infak dan sadaqah yang terhimpun pada BAZNAS Provinsi Maluku Utara.
”Kita berharap dengan bantuan sederhana ini dapat sedikit mengurangi beban yang di rasakan oleh masyarakat terdampak”, ujar Bang Badar (21/5).
Penyaluran bantuan tersebut juga bekerja sama dengan pemerintah kelurahan Gurapin dan masyarakat sekitar.
Kepada masyarakat Bang Badar, mengharapkan agar tetap berhati dan senantiasa waspada dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, dimana angin dan hujannya tak menentu. Disamping itu beliau juga mengajak kepada seluruh masyarakat terdampak agar selalu mendekatkan diri kepada Allah, Ini semua adalah ujian yang perlu disikapi dengan sabar dan ridha.
“Ini semua adalah ujian Allah SWT, semoga kita bisa bersabar menerimanya serta ridha”, tutup Bang Badar Ketua Tanggap Bencana BAZNAS Provinsi Malut.
BERITA21/05/2025 | Moh Julgian Baldan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Maluku Utara.
Lihat Daftar Rekening →